Rabu, 18 April 2018

Nama : Siti mutmainnah
Nim : 1730403075
Kls   : 17 pus B

PERINSIP-PERINSIP KEPUSTAKAWANAN
1. Perpustakaan Diciptakan Oleh Masyarakat
     Sejak zaman dahulu  hingga sekarang tujuan perpustakaan selalu identik dengan tujuan masyarakat. Perpustakaan diciptkaan manusia untuk agar manusia dapat menemukan kembali informasi dengan mudah. Hubungan yang erat anatra masyarakat dengan perpustakaan juga nampak pada gedung perpustakaan. Perpustakaan dianggap pranata penting seghingga orang-orang pada jaman dahulu selalu menempatkan perpustakaa dikuil, istana, biara, atau katedral serta tempat lain yang dianggap penting. Hal tersebut mencerminkan perpustakaan sebahai hasil karya cipta masyarakat.
2.Perpustakaan Dipelihara Masyarakat
     Karena perpustakaan diciptakan masyarakat, masyarakat pun berusaha memelihara hasil karyanya. Dalam berbagai gejolak sosial dan revolusi, keberadaan perpustakaan selalu tidak dilupakan masyarakat. Oleh karena itu perpustakaan masih ada sampai sekarang.
3. Perpustakaan dimaksudkan untuk Menyimpan dan Memencarkan Ilmu Pengetahuan
perpustakaan adalah suatu tempat untuk menyimpan dan memencarkan ilmu pengetahuan. Perpustakaan diciptkaan manusia untuk agar manusia dapat menemukan kembali informasi dengan mudah.
4. Perpustakaan Merupakan Pusat Kekuatan
Perpustakaan merupakan pusat kekuatan. Artinya perpustakaan itu merupakan gudang ilmu pengetahuan,dan ilmu pengetahuan itu merupakan sebuah kekuatan.
5. Perpustakaan Terbuka Untuk Semua Orang
Perpustakaan terbuka untuk umum. Kenapa karena perpustakaan itu memperbolehkan semua masyarakat golongan baik perempuan,laki-laki,anak2,orang dewasa, atau siapapun.
6. Perpustakaan Harus Berkembang
Perpepustakaan harus berkembang. karena berkembangnya perpustakaan harus mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan.
7. Perpustakaan Nasional Harus Berisi Semua Literatur Nasional dari Negara yang Bersangkutan di Tambah Literatur Nasional Negara Lainnya yang Berkaitan
Literatur disini artinya buku dalam arti luas. perpustakaan  mengumpulkan semua karya seperti tes keagamaan, doa, mantra, upacara, materi sejarah, pemerintahan, geografi, hukum, legenda, mitologi, astronomi, astrologi, biologi, matematika, kedokteran, sejarah alam, bahkan juga daftar pembayaran pajak! jadi, perpustakaan nasional mengumpulkan semua buku yang diterbitkan dinegara yang bersangkutan.
8. Setiap Buku Pasti Ada Manfaatnya
Jadi setiap buku pasti punya pembacanya nya masing-masing. bahwa sebuah buku, betapapun jelek isinya ataupun betapa banyaknya kritik yang dilontarkan terhadapnya, pada suatu saat buku tersebut akan dicari dan digunakan seorang pembaca. Dalam hal ini, perpustakaan Nasional berfungsi sebagai gudang ilmu pengetahuan, tidak saja menyimpan literatur monumental, tetapi juga menyimpan buku yang dianggap kurang penting (lazim disebut ephemera).  Sebuah buku, apa pun isinya maupun kecilnya sumbangannya terhadap ilmu pengetahuan, merupakan bagian sejarah nasional karena itu sebagai dokumen sejarah, buku tersebut harus disimpan oleh perpustakaan nasional.
9. Seorang Pustakawan Haruslah Orang yang Berpendidikan
 Adalah tugas seorang pustakawan untuk menambah koleksi perpustakaan, pustakawan harus tahu koleksi buku yang baik,tepat dan diminati pengguna, pustakawan juga harus bisa menyusun buku menurut aturan tertentu karena keunggulan koleksi akan sia-sia belaka bila tidak digunakan. Agar semua hal itu tersusun dengan rapi maka seorang pustakawan harus berpendidikan dalam menangani hal tersebut.
10. Seorang Pustakawan adalah Seorang Pendidik
     Bila seorang pustakawan ingin memperoleh kemajuan dalam bidang tugasnya pustakawan harus bertindak selalu agen modernisasi dalam bidangnya. Pustakawan harus menjadikan perpustakaannya sebagai sarana belajar bagi pembacanya dengan kata lain, mengembangkan perpustakaan sebagai lembaga pendidikan non formal bagi masyarakat sekitarnya. Dengan tindakan demikian maka seorang pustakawan pada hakekatnya juga seorang pendidik. Karena sifatnya yang mendidik dan memberikan layanan kepada umum, seorang pustakawan tidak akan dapat menjadi kaya atau terkenal hanya dari perpustakaan maupun tugas kepustakawanannya.
11. Peranan Seorang Pustakawan akan Menjadi Penting bila Perannya Dipadukan dalam Sistem Sosial Politik yang Berlaku di Sekitarnya.
kegiatan perpustakaan di padukan degan sistem sosial politik sehingga perpustakaan mampu memberikan sumbagan ke semua sektor kehidupan. Dengan cara demikian, perpustakaan mempunyai  daya tarik dan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi anggota masyarakat yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, bagi mereka yang terdidik dan setengah terdidik, serta anggota masyarakat yang telah meninggalkan bangku sekolah.
12. Untuk Menjadi Pustakawan Diperlukan Latihan dan Keahlian
syarat pustakawanan  haruslah tamatan sekolah ahli menulis. Seusai pendidikan, sicalon pustakawan harus magang diperpustakaan selama beberapa tahun. Selama magang sicalon perpustakaan diwajibkan pula bahasa asing.
13. Adalah Tugas Pustakawan Untuk Menambah Koleksi Perpustakaan
Jadi adalah tugas seorang pustakawan untuk memeperbanyak koleksi buku diperpustakaan,agar semua orang yang bingin mencari informasi diperpustakaan tidak susah-susah.
14. Karena Perpustakaan Merupakan Gudang Ilmu Pengetahuan maka Koleksi Perpustakaan Harus Disusun Menurut Subjek
Prinsip ini nyata sekali pada klasifikasi koleksi perpustakaan modern seperti klasifikasidesimal dewey, library of congress maupun Universal Dicimal Classifikation. Semuanya disusun menurut subjek. Ketiga bagan klasifikasi tersebut banyak dipakai perpustakaan sudah tentu ada bagan klasifikasi lain serta dalam sejarah ada pula bagan klasifikasi sebelumnya. Misalnya pada perpustakaan Nineveh setiap ruangan disediakan untuk subjek tyertentu. Jadi, tersedia ruangan untuk menyimpan tanah liat berisi sejarah, mitologi, agama, dan sebagainya pada perpustakaan biara abad menengah koleksi buku sekuler dibagi menurut asas trivium (tata bahasa, logika, retorika) dan quadrium (aritmatika, geometrika, musik dan astronomi).
15. Kenyamanan Praktis Merupakan Faktor Utama yang Perlu Digunakan  Dalam Penyusun Subjek Diperpustakaan
     Pengerian kenyamanan fraktis artinya pengumpulan menurut subjek sehingga subjek yang berkaitan terkumpul menjadi satu susunan ataupun berurutan serta tidak tersebar diberbagai bidang. Misalnya buku tentang Teologi berdekatan dengan filsafat. Dengan cara demikian seorang pembaca yang ingin mengetahui buku tentang Teologi  serta subjek yang berkaitan tidak perlu menelusuri kesubjek lain, Misalnya kesubjek pertanian atau bahasa.
16. Perpustakaan Harus Memiliki Katalog Subjek
katalog subjek setiap bagian memiliki judul singkat naskah yang disimpan dalam perpustakaan penyusunan katalog menurut nama pengarang atau abjat judul

Selasa, 03 April 2018

Tokoh ilmu perpustakaan

Nama  : Siti Mutmainnah
Nim : 1730403075
Kelas : 17 PUS B
Makul : pengantar ilmu perpustakaan
Dosen : Rusmiatiningsih,S.Hum.,M
Link :https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=944220296604260175#editor/target=post;postID=4453904364663919646

  Tokoh Ilmu Perpustakaan Dan Teorinya

Blasius Sudarsono
Adalah tokoh pustakawan yang ada di Indonesia beliau mempunyai sebuah pandangan baru mengenai kepustakawanan di Indonesia, beliau menggunakan pendekatan melalui perspektif filsafat kepustakawanan, yang belum pernah ada di Indonesia. Kontribusi pemikiran Blasius Sudarsono untuk perpustakaan dan pustakawan pada saat ini adalah filsafat kepustakawanan.
Kepustakawanan Indonesia menurut Blasius sudarsono dimaksud sebagai ilmu perpustakaan dan seni menerapkannya di Indonesia. Bagi beliau harus ada pembeda antara Library science yang mungkin bersifat universal dan Indonesia Librarianship yang harus berakar dan bercirikan khas nya Indonesia.

G. Edward Evans
Evans adalah salah satu Tokoh pustakawan internasional menurut beliau mendefinisikan pengembangan koleksi sebagai proses untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan bahan pustaka dalam hal kebutuhan pengguna dan sumber daya komunitas serta mencoba mengoreksi jika ada kekurangan yang muncul.
Evans juga mengemukakan bahwa pengembangan koleksi adalah proses memenuhi kebutuhan informasi masyarakat yang dilayani dan cara ekonomis menggunakan sumber daya informasi.